<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GreenLife Society</title>
	<atom:link href="http://greenlifesociety.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://greenlifesociety.wordpress.com</link>
	<description>Striving for the betterment of environment and society</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Jan 2010 13:41:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='greenlifesociety.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GreenLife Society</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://greenlifesociety.wordpress.com/osd.xml" title="GreenLife Society" />
	<atom:link rel='hub' href='http://greenlifesociety.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lubang Resapan Biopori Solusi Banjir, Kekeringan dan Sampah</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com/2010/01/24/lubang-resapan-biopori-solusi-banjir-kekeringan-dan-sampah/</link>
		<comments>http://greenlifesociety.wordpress.com/2010/01/24/lubang-resapan-biopori-solusi-banjir-kekeringan-dan-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 13:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asephera1993</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenlifesociety.wordpress.com/2010/01/24/lubang-resapan-biopori-solusi-banjir-kekeringan-dan-sampah/</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Lingkungan yang asri, hijau, bebas polusi dan nyaman merupakan dambaan kita semua. Air sungai, danau yang bersih, udara yang segar dan tanah yang subur membentuk lingkungan yang sehat dan aman.Tetapi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi terjadi perubahan &#8230; <a href="http://greenlifesociety.wordpress.com/2010/01/24/lubang-resapan-biopori-solusi-banjir-kekeringan-dan-sampah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=7&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Lingkungan yang asri, hijau, bebas polusi dan nyaman merupakan dambaan kita semua. Air sungai, danau yang bersih, udara yang segar dan tanah yang subur membentuk lingkungan yang sehat dan aman.Tetapi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi terjadi perubahan lingkungan hidup yang menurunan kualitas lingkungan. Pembangunan berkelanjutan atau berwawasan lingkungan hanya slogan. Kenyataannya atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi hutan dibabat dan dibakar untuk menjadi areal perkebunan dan perumahan, pantai dan rawa diurug menjadi perumahan mewah, Ruang Terbuka Hijau menjadi Mall dan kawasan bisnis, limbah industri mencemari air, tanah dan udara disekitarnya. Kerusakan alam tersebut mendatangkan bencana alam berupa banjir dan longsor yang menghancurkan apa-apa yang sudah dibangun seperti perumahan, jalan, jembatan, kawasan bisnis dan juga memakan ribuan korban jiwa. 85 % bencana alam yang terjadi di Indonsia adalah banjir dan longsor yang merupakan bencana yang “direncanakan” yang terjadi bukan hanya karena faktor alam tapi terutama karena campur tangan manusia. Kerugian satu kali peristiwa banjir di Jakarta pada tahun 2007 menurut Bappenas sekitar Rp 8 trilyun (rumah, infrastruktur, fasilitas umum, industri, kawasan bisnis).<br />
Ada tiga masalah utama terkait lingkungan yang dihadapi oleh kota-kota besar yaitu banjir dan longsor saat musim hujan, kekeringan saat musim kemarau dan masalah sampah.</p>
<p><strong>Banjir Saat Musim Hujan dan Kekeringan Saat Kemarau</strong></p>
<p>Berdasarkan KTT Bumi di Rio de Janeiro bahwa alokasi lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 %. Saat ini RTH di kota Bandung hanya 8 %. Kebijakan tata ruang kota yang tidak berwawasan lingkungan menyebabkan berubahnya RTH menjadi pemukiman, kawasan industri, bisnis dan kawasan lainnya. Hilangnya vegetasi penutup permukaan tanah menjadi bangunan, beton, aspal dan sistim drinase kota yang buruk menyebabkan menurunnya daya serap air. 70 % Kawasan Bandung Utara (KBU) telah rusak mengakibatkan daya serap tanah turun. Koefisien Run Off (limpasan air) meningkat menjadi 90 % sehingga setiap turun hujan, hampir diseluruh ruas jalan di kota Bandung terjadi banjir cileuncang. Sistim drainase kota yang buruk dan tersumbat oleh banyaknya sampah mengakibatkan air hujan menggenangi jalan raya dan membanjiri perumahan penduduk. Bahkan banjir bandang telah menimpa beberapa kali di wilayah Braga dan Hegarmanah yang merendam ratusan rumah dan menghanyutkan harta benda. Tahun 2008 ada 2 korban yang meninggal hanyut karena banjir di kota Bandung. Sudah menjadi pemandangan biasa di jalan raya, jika hujan turun banyak kendaraan yang mogok terjebak banjir, bahkan banyak sepeda motor yang hanyut karena derasnya arus air hujan .</p>
<p>Pencemaran udara telah memicu Global Warming (Pemanasan Global) yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, gejala el nino dan la nina. Perioda hujan menjadi lebih singkat dengan intensitas tinggi, sedangkan periode kering lebih lama.Hal tersebut menyebabkan air yang tersedia menjadi lebih singkat dan periode krisis air lebih panjang. Akibatnya pada tahun 2012 kota Bandung akan mengalami krisis air baku. Saat ini 60 % persediaan air tanah di kota Bandung dinyatakan kritis. Bahkan di kawasan Bandung bagian timur orang-orang menggunakan air comberan untuk keperluan sehari-hari. Saat ini kebutuhan air yang tersedia hanya 40 liter/orang/hari padahal tingkat kenyamanan minimal terkait ketersediaan air adalah 200 liter/orang/hari.</p>
<p><strong>Masalah Sampah</strong></p>
<p>Dengan bertambahnya penduduk menyebabkan meningkatnya volume sampah. Berdasarkan zat kimia<br />
yang dikandungnya, sampah dikelompokkan menjadi sampah anorganik dan sampah organik. Sampah<br />
anorganik adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk misalnya logam, gelas, plastik. Sampah<br />
organik adalah jenis sampah yang dapat membusuk misalnya sisa-sisa makanan, daun-daunan dan buah-<br />
buahan. Warga kota Bandung misalnya menghasilkan rata-rata 7.500 meter kubik sampah per hari. 65 % merupakan sampah organik dan sisanya 35 % sampah non organik. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan bencana longsor. TPA Leuwi Gajah Cimahi<br />
menerapan sistim pembuangan sampah open dumping. Pembusukan sampah menyebabkan gas metan menjadi terkumpul, yang akhirnya meledak dan mengakibatkan longsor. Gunung sampah yang memiliki luas 3,5 kali lapangan sepak bola yaitu panjang 375 m, lebar 200 m dan tinggi 60 m dengan volume 4,5 juta meter kubik pada tanggal 21 februari 2005 longsor menimbun puluhan rumah dan menewaskan 147 orang. Setelah longsor, TPA Leuwi Gajah ditutup. Akibatnya banyak sampah di kota Bandung tidak bisa diangkut ke TPA dan menumpuk di TPS-TPS, pasar, di pinggir jalan. Banyak ruas jalan yang tertutup sampah. Karena masalah ini kota Bandung dujuluki “ Kota Lautan Sampah ” dan mendapat penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia. Saat ini sampah dari kota Bandung di buang ke TPA Sarimukti yang daya tampungnya hanya sampai tahun 2010. Jika TPA Sarimukti sudah penuh kemana lagi sampah dari kota Bandung akan dibuang? Siapkah jika kota yang kita cintai disebut lagi sebagai kota lautan sampah ?</p>
<p><strong>Lubang Resapan Biopri (LRB) sebagai Solusi</strong></p>
<p>Air hujan bergerak meresap ke dalam tanah melalui pori tanah besar (pori besar). Biopori adalah lubang – lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanahlainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.</p>
<p>Biopori tersebut dapat terbentuk dengan cara membuat lubang vertikal ke dalam tanah. Lubang lubang tersebut selanjutnya diisi dengan bahan organik, seperti sampah organik rumah tangga, daun, potongan rumput dsb. Bahan organik tersebut menjadi makanan organisma di dalam tanah sehingga aktifitas mereka akan meningkat . Dengan meningkatnya aktifitas organisma maka semakin banyak biopori yang terbentuk.</p>
<p>Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat denganbiopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang – lubang ini dimanfaatkan sebagai lubang peresapan artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan.</p>
<p><strong>Teknik Pembuatan LRB</strong></p>
<p>Pembuatan LRB mudah, murah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Harga satu Bor LRB sekitar Rp 200 ribu dan bisa digunakan oleh banyak orang . Beberapa peralatan yang dibutuhkan sebagai berikut : bor tanah, ember, gayung, bambu dan pipa PVC.</p>
<p>Tahapan pembuatan LRB sebagai berikut :<br />
1. Siram dengan segayung air bagian tanah yang akan dibor supaya lunak.<br />
2. Posisikan mata bor pada permukaan tanah dan tegakkan tangkai bor vertikal.<br />
3. Putar setang bor ke arah kanan (searah jarum jam) sambil menekan bor ke dalam tanah.<br />
4. Setelah bor masuk sedalam 20 cm atau setelah mata bor penuh tanah, tarik bor keluar memutar<br />
sesuai arah jarum jam supaya tanah di dinding lubang tidak melekat pada mata bor.<br />
5. Keluarkan tanah dalam mata bor dengan menggunakan sepotong kayu.<br />
6. Lanjutkan kembali pemboran. Setiap kali mata bor penuh terisi tanah angkat kembali bor dan<br />
bersihkan. Jika tanah mulai mengeras masukkan lagi air. Begitu seterusnya hingga mencapai<br />
kedalaman 100 cm atau kurang bila permukaan air bawah tanahnya lebih dangkal dari 100 cm.<br />
7. Perkuat mulut lubang dengan adukan semen dan pasir berukuran lebar 2-3 cm dan tebal 2 cm di sekeliling<br />
mulut lubang atau masukkan pipa PVC sepanjang 10 cm di mulut LRB.</p>
<p><strong>LRB Meningkatkan Bidang Resapan Seluas Dinding Lubang</strong></p>
<p>Bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm (radius = 5 cm) dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan yang asalnya A1 = 3.14 x 5 x 5 = 78.5 cm2 bertambah sebesar A2 = 2 x 3.14 x 5 x 100 = 3140 cm2 menjadi 3218 cm2 atau hampir 1/3 m2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 41 kali lipat yaitu 3218 cm2. Volume lubang<br />
V = A1 x tinggi = 78.5 x 100 =7.850 cm3 (78,5 liter).</p>
<p><a href="http://greenlifesociety.files.wordpress.com/2010/01/biopori_dayaserap2.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-11" title="Biopori_DayaSerap" src="http://greenlifesociety.files.wordpress.com/2010/01/biopori_dayaserap2.gif?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>LRB yang dibuat dengan kedalaman 1 m dan diameter 10 cm dapat menampung volume sampah dan air hujan 7,9 liter dan luas resapan meningkat dari 79 cm persegi menjadi 3218 cm persegi (40 kali lipat). Dengan curah hujan di kota Bandung rata 2.000 mm per tahun dan luas kota Bandung 16.767 ha maka potensi air yang bisa diserap oleh tanah adalah 335 juta meter kubik (335 milyar liter). Saat ini penduduk kota Bandung sekitar 2,4 juta orang dan kebutuhan air 200 liter/orang/hari. Jadi per hari dibutuhkan 480 juta liter air atau 175 milyar liter air per tahun.<br />
Jumlah rumah yang ada di kota Bandung sekitar 460 ribu. Seandainya setiap rumah masing-masing memililki 10 LRB maka terdapat 4,6 juta LRB di kota Bandung. Jika 50 % dari air hujan tahunan tersebut dapat diserap masuk ke dalam LRB, maka Bandung tidak akan mengalami banjir saat musim hujan dan juga tidak akan terjadi kekeringan ketika musim kemarau.<br />
Volume sampah yang bisa ditampung LRB (7,9 liter) x (10 LRB) x (460.000 rumah) = 36,34 juta liter (36.340 meter kubik) sampah organik. Per hari terkumpul di kota Bandung 7,5 ribu meter kubik. 65 persen merupakan sampah organik (4.875 meter kubik). Jadi volume sampah organik yang bisa ditampung oleh LRB 7,5 kali lipat dari potensi sampah harian.</p>
<p>Jadi jelas bahwa LRB solusi sederhana dan murah yang dapat mencegah banjir , kekeringan dan bencana sampah . Mari kita selamatkan lingkungan sekarang juga. Ingatlah “Sumber daya alam yang kita nikmati hari ini bukanlah warisan dari nenek moyang, tetapi pinjaman dari anak dan cucu kita”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenlifesociety.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenlifesociety.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=7&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenlifesociety.wordpress.com/2010/01/24/lubang-resapan-biopori-solusi-banjir-kekeringan-dan-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab080c98f4f5ae7660ff1eaf9f8a8015?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asephera1993</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://greenlifesociety.files.wordpress.com/2010/01/biopori_dayaserap2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Biopori_DayaSerap</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Bumi</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/04/23/hari-bumi/</link>
		<comments>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/04/23/hari-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikurahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenlifesociety.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 22 April diperingati sebagai hari bumi (Earth Day). Terkait dengan hal tersebut, GLS berencana untuk melakukan kegiatan penanaman tumbuhan, baik pohon pinggir jalan maupun tanaman pekarangan (hortikultur). Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan hari ahad, 4 Mei 2008 di Bandung. &#8230; <a href="http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/04/23/hari-bumi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=6&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 22 April diperingati sebagai hari bumi (Earth Day). Terkait dengan hal tersebut, GLS berencana untuk melakukan kegiatan penanaman tumbuhan, baik pohon pinggir jalan maupun tanaman pekarangan (hortikultur). Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan hari ahad, 4 Mei 2008 di Bandung. Partisipasi anda dalam kegiatan tersebut sangat diharapkan. Wait for next information from us ya&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenlifesociety.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenlifesociety.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=6&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/04/23/hari-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f76673e873efafd23f6519a9c4c7a28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikurahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Birds at campus, do you like it or not ?</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/birds-at-campus-do-you-like-it-or-not/</link>
		<comments>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/birds-at-campus-do-you-like-it-or-not/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 09:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikurahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenlifesociety.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Hi pals, The presence of some kowak birds (Nycticorax sp ?) along ganesha street in campus ITB at the begining when their number still small was unnoticed. But then when their number growing quickly, they started to cause some problems &#8230; <a href="http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/birds-at-campus-do-you-like-it-or-not/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=5&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hi pals,</p>
<p>The presence of some kowak birds (Nycticorax sp ?) along ganesha street in campus ITB at the begining when their number still small was unnoticed. But then when their number growing quickly, they started to cause some problems to ITB&#8217;s community. Their faeces spread bad odor, creating a mess on the street, leaves and branches of trees along the street. People working in ITB&#8217;s post office complain about bird&#8217;s faeces but they could do nothing, they just shutt down their office door and windows. What worries many people is that if the bird is infected with a fatal desease of avian flu, the desease may be transferred to human being.<span id="more-5"></span></p>
<p>One day some people shot the birds, but that action was critized through &#8216;suara pembaca&#8217; in PR. The shooting of birds ws also blamed in ITB dosen&#8217;s mailing list. Some recomendation has been put forward to reduce kowak&#8217;s population in ITB campus, including the cutting of the trees, put some cans on a rope on trees branch, and when the rope is pulled it would produced noise that annoy the birds, and this hopefully could push the birds to leeave the trees along ganesha street. Kicking them out of ITB campus may not solve the problem in general because they may go to other place, we may just solve problem in ganesha by transfering it to other area. None of the abiove recommendation has been cariied out by ITB&#8217;s authority. They just leave the problem like that &#8230; probably untill there is a proof that  those birds are carrying fatal desease like avian flu.</p>
<p>Any comments how should ITB&#8217;s and Bandung&#8217;s community should face that problem ?</p>
<p>TfR<br />
 </p>
<p>Hi GLS!<br />
I would like to share similar story about bird&#8217;s problem with you.</p>
<p>The similar situation has also occurred in Yogya, especially in the area around Gadjah Mada University.<br />
We have numerous white and grey beautiful birds thatcalled Kuntul Putih (Ardea alba) and Kuntul Abu(Ardea cinera), which always come around 4-5 pm and leave from the Univ around 6-7 in the morning, every day.</p>
<p>According to the history, the birds were originally come from Ambarukmo Palace Garden long &#8230;long time<br />
ago. The garden as the habitat had conversed to be a big hotel and mall. The birds moved then. First, we<br />
thought the birds have disturb us with the similar problem to the Kowak&#8217;s problem in ITB. Many efforts<br />
have been treated by GMU to take them away from the campus. But its have never succeeded. Recently, we got a good strategy. Inside the botanical garden of the Fac of Biology,that pretty far from building and open street. We cut off some leaves and branches of some tall trees and left the tallest tree(s) in the center<br />
of the garden. The birds noticed that, day by day gradually they moved from some trees inside the<br />
Univ(everywhere)or from the top of some buildings into the tall trees in the garden. Now, before leave my<br />
office I can see how beautiful there the garden with full of birds in the evening. Of course we care about<br />
the Avian flu, but shot the birds is not the best way, we think. They need to be alive, too.</p>
<p>How about a nice Kowak&#8217;s garden inside/outside ITB? Is that imposible? Could you describe how&#8217;s the bird&#8217;s look like?</p>
<p>See you later!</p>
<p>endsemi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenlifesociety.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenlifesociety.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=5&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/birds-at-campus-do-you-like-it-or-not/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f76673e873efafd23f6519a9c4c7a28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikurahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog tentang Pengelolaan sampah dan soal PLTSa</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/dialog-tentang-pltsa/</link>
		<comments>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/dialog-tentang-pltsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 08:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikurahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[DIALOG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenlifesociety.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[* mulai dari Ratih yang melempar issue:  Spanduk PLTSA bertebaran di Bandung..   Akhir-akhir ini banyak sekali spanduk tentang tuntutan pembangunan PLTSA agar segera direalisasikan bertebaran di tempat-tempat umum yang strategis. saya menjumpai spanduk PLSTSA ini pertama kali di Simpang. dan &#8230; <a href="http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/dialog-tentang-pltsa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=4&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">* mulai dari Ratih yang melempar issue: </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Spanduk PLTSA bertebaran di Bandung.. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Akhir-akhir ini banyak sekali spanduk tentang tuntutan pembangunan PLTSA agar segera direalisasikan bertebaran di tempat-tempat umum yang strategis. saya menjumpai spanduk PLSTSA ini pertama kali di Simpang. dan ternyata tidak hanya di Simpang, di daerah Wastu Kencana, Pasar Balubur, Gang Kidang Pananjung, pasar Cikutra, Kiara condong, spanduk2 ini ada. Pun ketika saya pergi ke Dayeuh Kolot, hampir di setiap perempatan spanduk ini dijumpai. Dan anehnya, ketika saya tanya beberapa pedagang di Simpang (saya hanya bertanya pada 2-3 orang, mungkin sampel tidak memenuhi),mereka menyatakan tidak tahu-menahu, padahal jelas-jelas tertera di spanduk bahwa pernyataan tersebut dikeluarkan oleh forum pedagang Simpang. <span id="more-4"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada apakah gerangan ? Analisis sementara, mungkin Pemkot Bandung, berusaha mencari dukungan masyarakat untuk proyek pembangunan PLTSA yang sempat menuai kontra sampai sekarang. Atau mungkin juga kampanye ini digalakkan untuk mensosialisasikan pembangunan PLTSA yang tertunda dan akan dimulai lagi Maret mendatang, karena Pemkot Bandung berpendapat bahwa PLTSA merupakan solusi terbaik untuk masalah persampahan kota Bandung.</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari seminar yang saya ikuti, dan artikel yang saya baca menyatakan bahwa PLTSA membawa banyak kerugian, dari sisi biaya yang tidak ekonomis, pencemaran udara, dll&#8230;.. Ada banyak kekhawatiran, tentang proyek pembangunan PLTSA Bandung (bukan bersu&#8217;udzon), yaitu bahwa proyek ini akhirnya hanya akan menjadi konsumsi media, agar dunia tau bahwa Bandung tidak berdiam diri atas persampahannya. dan setelah itu&#8230; ya sudah&#8230;.selesai, sampah akan tetap bertumpuk, karena PD kebersihan tidak punya cukup dana untuk mengangkut seluruh sampah di 3 kota (Kota Bnadung, Kab Bandung, dan Cimahi)&#8230; Atau memang sebenarnya PLTSA merupakan solusi tepat untuk menangani masalah sampah di Bandung?</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">* Taufik mengomentari: </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Walikota Bdg tampaknya sudah pusing soal sampah ini&#8230; barangkali itulah yang dia sebut sebagai sosialisasi PLTSa ke masy Bdg. Repotnya Pemkot berlindung dibalik hasil kajian FS ITB bahwa PLTSa itu layak, contohnya di Singapura, Finlandia, China, dan banyak lagi. Mungkin temen2 yang di Singapur bisa cerita bagaimana PLTSa disana ?</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sejak beberapa hari ini saya terlibat pembicaraan intensif dengan berbagai kalangan soal PLTSa tsb&#8230;. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sabtu kemariin saya bertemu dengan saya dan beberapa dosen dari UNPAD, UNPAR dan ITB lainnya untuk bicara masalah pengelolaan sampah secara umum dan secara khusus masalah PLTSa. Kesimpulan pembicaraan kami diantaranya perlu ada kooordinasi antar berbagai komponen masyarakat untuk mengatasi masalah sampah ini, dan mengkoordinasikan gerakan pengomposan sampah organik di tengah masyarakat. Saat ini Pemda kelihatannya sudah kewalahan menghadapi masalah sampah ini, sehingga harus meminta jasa pihak ketiga nih melalui sebuah perusahaan yang tampaknya core bisnisnya sebebetulnya bukan .</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertemuan dengan beberapa rekan GLS juga sudah dilakukan </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">pas liburan yang lalu  untuk bicarakan aksi yang mungkin bisa kita lakukan dengan bekerja sama dengan LSM lain, ormas ataupun orpol. Ratih, Ndiyan, teh Ayu, Nanda siap ya ? Yang lain gimana ?</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Thanks Ratih yg sdh mengangkat issue ini.</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Lebih lanjut, Taufik menambahkan:</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><font face="Georgia">Saya sedikit menulis tentang kontroversi Pltsa ini di web berikut, silakan dikomentari. </font><a href="http://taufikurahman.wordpress.com/kontroversi-pltsa-bandung/"><font color="#9136ad" face="Georgia">http://taufikurahman.wordpress.com/kontroversi-pltsa-bandung/</font></a> <font face="Georgia">Salam, TfR</font> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">*Ayu merespons:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">:</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">InsyaAllah, semoga menjadi awal kerja nyata GLS di tahun 2008 ini.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> *Ratih merespons semangat:</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<div>Ok, Siap Pak &#8230;.</div>
<div>jadi jam berapa &amp; dimana Pak?<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/01.gif" /></div>
<div> (bersemangat mode on)</div>
<div></div>
<div>Sedikit info : dari beberapa kali Training komposting di forum-forum guru dan orang tua murid, saya berusaha mendorong peserta untuk mulai mengompos di rumah.</div>
<div>Alat yang saya perkenalkan adalah bioreaktor kompos, yang akhir-akhir ini juga sudah mulai dikomersilkan, salah satunya oleh CV Sinar Kencana.</div>
<div>Banyak pesera training yang memberikan respon bagus, banyak pula pesanan bioreaktor dan mikroba berdatangan, dan ini terjadi hampir di setiap training.</div>
<div>Saya sampai pada kesimpulan bahwa, wargapun <strong>concern</strong> terhadap masalah persampahan Bandung.</div>
<div>Dan mereka cukup tertarik dengan metode pengelolaan sampah via komposting, karena setidaknya mereka dapat memperoleh hasil langsung, yaitu kompos, bahkan mereka minta saya membuatkan buku panduan.</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">* Nanda juga merespons bilangnya dia masih sibuk riset di Singapura <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;">Pak Taufik, sy ijin ga bisa datang&#8230;masih di <span style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;" class="yshortcuts">Singapore</span>, hehe&#8230;.</div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;">Semoga sukses ya Pak dan untuk semua jg.</div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;">Dan maafkan juga blm bisa berbagi ttg PLTSa di <span style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;" class="yshortcuts">Singapore</span>, krn emang bener2 ga gaul euy..Gaulnya seputar riset saya mulu&#8230;Tapi ntar cb di cari tau (sebisanya<img src="http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/02.gif" />)&#8230;..Yang jelas, memang pengelolaan sampah disini sangat baik (jk dibandingkan indo), ya mgkn juga krn jumlah masyarakatnya sedikit serta sadar lingkungan juga dan teknologinya jg canggih. Warga membuang sampah2 ke suatu tempat pengumpulan sampah yg disediakan per-block. Dan sampah tsb diambil setiap pagi sekali (seblm org2 pada mulai banyak beraktifitas)&#8230;.Cuman ini yg bisa sy komentari berdasarakan pengamatan saja, so far (blm punya data2, yg jelas).</div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;"></div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;">Wassalamu&#8217;alaykum</div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;">-nanda-</div>
<div style="font-size:12pt;font-family:garamond, new york, times, serif;">ygsibuksendiridgnriset:D</div>
</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">*Trus&#8230; Nyoman beri info:</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kami di kompleks GBM II Cikutra Utara sedang membangun unit percontohan pengomposan sampah rumah tangga. <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Fasilitas fisik bangunan sedang dibangun, insyaallah bulan ini sudah operasional.</span></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semoga menjadi bahan pembelajaran yang positif bagi masyarakat sekitar. Amin</span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">*Taufik bertanya:</span></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> great pak Nyoman ! kalo udah jadi nanti saya jalan-jalan ke atas, dimana lokasinya ? dekat Masjid ?</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">*Nyoman menjawab: </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nanti saya informasikan kalau sudah siap, sabar ya? Sekalian nanti minta masukannya Sekarang lagi persiapan material Rencananya produksi pupuk organik, bioaktivator dan ada produksi tanaman hias juga</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lokasinya di dekat sumur B  </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah selang beberapa waktu&#8230;. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">*Taufik memberi info: </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">A<span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">lhamdulillah, pembicaraan tentang rencana program composting di Bandung kemarin sudah dimulai, bertempat di Cikutra, sekitar 8 orang berkumpul termasuk teh Ayu, Ratih dan saya. Mohon maaf waktu dan tempat pertemuan kemarin diinfokan mendadak via sms. Pekan depan mengharapkan partisipan yang lebih banyak berikut demo-nya, siap ya teman-teman di Bandung Barat ?</span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span>  <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Eri nu ngageugeuh Lembang angkat bicara:</span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"></span></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Saya</span></span><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> <span class="spelle">sangat</span> <span class="spelle">mendukung</span> program <span class="grame">composting !</span></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Jangan</span></span><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> <span class="spelle">hanya</span> <span class="spelle">di</span> <span class="spelle">kodya</span> <span class="grame">bandung</span>, <span class="spelle">soal</span> <span class="spelle">sampah</span> <span class="spelle">adalah</span> <span class="spelle">masalah</span> <span class="spelle">kodya</span> <span class="spelle">dengan</span> <span class="spelle">daerah</span> <span class="spelle">sekitarnya</span>. </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Di </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Lembang</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">kawasan</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> Ds. </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Pagerwangi</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Kc</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">. </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Lembang</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">, </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Cisarua</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">dan</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Parongpong</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">limbah</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">kotoran</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">sapi</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">masih</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">banayk</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> yang </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">tak</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">dimanfaatkan</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">utk</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">pupuk</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">.</span></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Padahal </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">kotoran</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">tsb</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">bahan</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">pupuk</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">kandang</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">sekaligus</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">juga</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">bahan</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">bakar</span></span><span class="grame"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">.</span></span><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> Program biogas <span class="spelle">dari</span> <span class="spelle">kotoran</span> <span class="spelle">sapi</span> <span class="spelle">telah</span> lama <span class="spelle">dikenalkan</span> <span class="spelle">tapi</span> <span class="grame">sedikit  (</span><span class="spelle">hampir</span> <span class="spelle">tak</span> <span class="spelle">ada</span>)  <span class="spelle">petani</span> <span class="spelle">yg</span> <span class="spelle">lakukan</span> <span class="spelle">krn</span>. <span class="grame">listrik</span> <span class="spelle">dipandang</span> <span class="spelle">lebih</span> <span class="spelle">praktis</span>. <span class="spelle">Walahu</span> ‘<span class="spelle">alam</span></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Mari <span class="spelle">kita</span> <span class="spelle">garap</span> <span class="spelle">saya</span> <span class="spelle">siap</span> <span class="spelle">mendukung</span>. </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Wasalam</span></span><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span class="spelle"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Eri</span></span><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8211; Endang yang sedang di Nagoya, Jepang urun rembug </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Salam dari Nagoya, Teman2 milister GLS sekalian, ditengah ramainya pembicaraan ttg PLTSA Bdg, boleh ya saya ikut nimbrung urun rembug masalah manajemen sampah di negeri kita? Menurut saya ini sangat erat hubungannya dg masalah pendidikan dan budaya yang harus menjadi focus perhatian kita semua.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sangat memprihatinkan, sejak dulu banjir terus datang melanda kota2 besar di negeri kita yang akar permasalahannya adalah pengelolaan sampah yang tidak benar. Karena kebetulan saat ini saya sdng berada di negeri Sakura, tidak salah ya kalau saya berangan2 Indonesia bisa merealisasikan pengelolaan sampah yang bagus spt di Jepang ini. Pengelolaan sampah sangat terkoordinatif dengan aturan yang jelas dan strict mengharuskan penduduk memisahkan sampah ke dalam berbagai kategori: yaitu mudah terbakar (burnable materials) dan tidak mudah terbakar (no-burnable materials). Yang mudah terbakar, dipisahkan lagi t.d sampah organic yang mudah busuk akan didekomposisi dg bakteri khusus (bioremediasi), dan sampah kertas (akan di daur ulang). Yang tidak mudah terbakar: plastik dan logam, masing2 dipisahkan dalam kantong yang berbeda dan akan didaur ulang. Produk hasil daur ulang akan dijual kembali dalam berbagai bentuk (bahkan ada toko2 yang khusus menjual recycled materials). Negara mewajibkan kantor2 menggunakan kertas dan plastik hasil daur ulang tsb untuk seluruh kegiatan perkantoran. <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini sangat baik untuk efisiensi energi dan stabilitas ekonomi Negara. Jepang terkenal sebagai Negara yang sangat menghargai produk dalam negerinya sendiri. (harga jual lebih tinggi dari produk import). </span></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk itu dlm pengelolaan sampah ini, penduduk diminta memilah2 sampah mereka di tempat2 yang berbeda. Dimulai dari sampah rumah tangga yang lebih didominasi oleh sampah organik, maupun sampah kertas, kmd sampah yang tidak mudah terbakar berupa plastik, kaleng/logam, gelas, batterei. Untuk pembuangan alat2 elektronik juga dipisahkan lagi. Hari pengumpulan sampah untuk pembuangan juga dibedakan, biasanya seminggu 2X untuk sampah organik dan plastik. Untuk sampah logam dan elektronik seminggu sekali.Ini berlaku untuk seluruh negeri Setiap awal tahun, pemerintah (Dep. PUnya) telah membagikan jadwal hari2 pengumpulan sampah dan informasi tentang bgmn memilah2 sampah tersebut (berkali2 selalu diberikan untuk mengingatkan penduduk spy tidak terjadi kesalahan), juga cara mengemasnya untuk pembuangan. Termasuk memberi sample kantong plastik (yang katanya berbahan ramah lingkungan) yang digunakan untuk membuang sampah tsb (plastik ini dapat dibeli dengan harga murah di supermarket2). Kepatuhan penduduk untuk pemilahan sampah dimulai dari level yang paling rendah yaitu di lingkungan rumah tangga, kemudian di sekolah, kantor, sampai di tempat2 umum. Semuanya dg penuh kesadaran mengikuti aturan tsb, bahkan saya lihat para tuna wisma juga mematuhi aturan ini. Shg setiap keluarga pasti mempunyai beberapa keranjang sampah yang ditulisi/diberi label untuk masing2 jenis sampah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mulai kecil anak2 sudah dibiasakan membuang sampah yang benar2 di tempat yang seharusnya. Norma2 untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaannya ini sudah ditanamkan sejak usia kanak2 sampai orang tua, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Ada perasaan malu/bersalah kalau sampai salah memasukkan sampah di tempat yang tidak seharusnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di Negara kita pembuangan sampah bisa dikatakn dilakukan sembarangan, tidak ada pemilahan2 jenis sampah tadi, umumnya semuanya dimasukkan dalam satu kantong yang sama, bahkan dibuang di jalan2, di sungai, dsb secara kadang sembarangan, dan dianggap sebagai hal yang biasa, sehingga tidak heran banjir selalu terjadi dan terjadi lagi. Di beberapa daerah (yang saya tahu) pembenahan sampah meniru cara Jepang ini sebenarnya sudah mulai digalakkan di beberapa daerah di Jakarta dan Yogyakarta (karena kebetulan sering ngobrol dg teman dari Dep PU Jakarta dan Yogya). Bagaimana dg di Bdg, apakah sudah? Di Yogya, berbagai training dari Din PU PemKot/DIY ttg tata cara pemilahan dan penanganan sampah kpd masyarakat sudah dilakukan di tingkat RW/Kelurahan/Kec. Bahkan pernah dilombakan antar RW/Kelurahan/Kec, tetapi karena tidak menyeluruh maka gaungnya tdk kedengaran dan usaha ini tampaknya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Bahkan tong2 sampah dg berbagai kategori pemisahan sampah yang sudah dibuatkan berderet2 di tempat strategis di jalan2 utama malah banyak yang dicuri orang!</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nah, dari cerita tadi satu hal utama yang harus dibenahi adalah PENDIDIKAN dan BUDAYA! Bagaimana memberikan pendidikan dan menanamkan budaya yang baik kepada masyarakat kita untuk sadar mencintai dan mengelola lingkungan ini mulai dari pemilahan dan pembuangan sampah dengan benar, menanamkan norma2 tsb dlm pendidikan formal maupun non-formal kita. Memasukkannya dalam pendidikan agama, kewarganegaraan, IPA, sejarah, dll. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengubah budaya/cara hidup memang susah tetapi tetap mungkin apabila kita mau berusaha bukan? Bahkan di beberapa daerah di Kab. Gunung Kidul, telah dilakukan penggalangan penanaman sampah organik dengan menanamnya kembali di pekarangan masing2 (umumnya setiap warga memiliki pekarangan yang cukup luas) sehingga dapat digunakan sebagai humus sekaligus penangkap air untuk menjaga ketersediaan air tanah. Ini merupakan kearifan local yang pantas untuk dihargai. Meskipun hal ini mungkin sulit bagi kita yg tinggal di perumahan/perkotaan yang umumnya halaman sangat sempit, bahkan bisa dikatakan tidak mempunyai halaman lagi. Akan sangat baik apabila ada pengelolaan terpadu masalah manajemen sampah ini antara Pemerintah (di semua level), LSM, Perguruan Tinggi dan masyarakat di seluruh negeri. Saya amati dari diskusi di milis ini anggota milis ini terdiri dari berbagai kalangan tadi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nah, bisakah kita mulai penggalangan dari milis ini?</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekian dulu sharing saya, Salam, Endang semi</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">*Nanis dari Singapura merespons:</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Assalamualaikum, ijin nongol lagi =)</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Udah lama ga buka milis ini karena kebetulan sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Mumpung pak taufik nanya, saya ingin membagi sedikit ttg pengelolaan manajemen sampah di singapore, </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada dua concept yang menjadi kerangka dasar dari solid waste management (SWM) di Singapore <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ertama adalah waste minimization yang meliputi 3R (Reduce, re-use, and recycle Eyang nantinya juga akan ada banyak berkembang concept R yang lainnya-  seperti Rethink, ato pikir2 dulu kalo mau beli barang =p. Remember, the driving force here is over-consumption of goods)</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yang kedua adalah waste disposal system yang meliputi incineration (pembakaran sampah) dan landfill (tempat akhir pembuangan sampah). Utk gambaran saja, dari keseluruhan sampah yang dihasilkan pertahunnya, ratio sampah yang di recyle : sampah yang di bakar : sampah yang dibuang di landfill =  51% : 45 % : 4% (tahun 2006). Dengan program Singapore green plan mereka, Singapore menargetkan utk mencapai recycling rate 60% by 2012, berusaha untuk melampaui jepang, dan US. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena disini konteks diskusinya PLTSA (apakah betul ini singkatan dari pembangkit listrik tenaga sampah ? ), saya cerita sedikit ttg waste disposal system di Singapore Eyang salah satu tujuan akhirnya adalah juga menghasilkan energy.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pengelolaan sampah yang  utama (selain recycle) di Singapore adalah dengan cara dibakar. Ini karena dengan cara dibakar, volume sampah bisa berkurang sampai 90% sehingga tidak memakan banyak tempat utk final disposalnya. Sampai saat ini ada 5 pabrik pembakaran sampah (incineration plant) yang beroperasi dan dikelola oleh pemerintah. Sepengetahuan saya ketika saya mengunjungi salah satunya di Tuas, semua prosesnya telah dikerjakan dengan mesin, mulai dari unload sampah, pemindahan dari satu chamber ke chamber  lainnya, dst. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yang saya kagumi disini adalah efisiensi energy/materi dari keseluruhan prosesnya. Misalnya dari proses pembakaran itu sendiri, flue gas yang dihasilkan kemudian dialirkan ke super-heated steam boiler utk kemudian menghasilkan energy.Energy ini kemudian dipakai utk menjalankan keseluruhan operasi pabrik dan sebagian nya lagi dialirkan utk masyarakat sekitar. (IP meyumbang sekitar 2% dari keseluruhan listrik supply di sgp ). Air pollution control systemnya juga memungkinkan untuk recovery logam logam yang kemudian dapat dijual lagi.  Bagi yang berminat utk mengetahui proses lengkapnya, saya ada video incineration process (2 menit). Silahkan PM saya saja.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya tidak begitu jelas ttg PLTSA yang akan dipropose pemerintah kota bandung seperti apa. Apakah menggunakan konsep  incineration plant seperti ini atau  dengan  menjadikan sampah sebagai sumber biogas. Menurut saya, hal ini kembali lagi  kepada feasibility  dari resources yang ada : bagaimana komposisi sampahnya apakah, lebih combustible atau biodegradable ?. seberapa besar pemerintah mau meng invest dana  utk hal ini ? dlll. Bagaimana dengan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia yang ada ? dll. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari pengetahuan saya, pemerintah kita masih terlalu cepat silau akan proyek proyek besar yang so called “kelihatanEdi mata public,(mungkin karena terlalu banyak studi banding ke LN) tanpa melihat jauh kedepan dan sekitar apakah hal itu  suitable dengan kondisi masyrakat kita sekarang. Usaha dan ide2 yang berasal dari  bawah, seperti composting nya pak nyoman, inilah yang harusnya diwadahi, di akomodasi  oleh pemerintah utk kemudian dikembangkan dalam skala yang lebih besar dan ter integrasi. Saya yakin Masyarakat Indonesia itu sangat kreatif, (jauh lebih kreatif dari Singapore =p) baik itu membuat masalah atau menyelesaikan masalah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Haduh, udah terlalu banyak omong. Pak nyoman , pak taufik atau teman2 GLS yang lain, kalo saya ada uang buat beli tiket ke bandung, pasti  saya langsung  terbang kesana (sok sok) utk membantu. Hehe. Tapi sayang saya belum berpenghasilan, masih mahasiswa pula=p. semoga sukses dengan gerakan hijaunya. Kalau ada yang bisa dibantu (dari sgp)  monggo, jangan sungkan. </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Salam,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">~nanis~</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">p.s. saya attach sebuah paper ttg the practice and challenge of SWM in singapore, buat yang tertarik saja. FYI, yang nulis orang indo juga lho..</span></p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenlifesociety.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenlifesociety.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=4&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/12/dialog-tentang-pltsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f76673e873efafd23f6519a9c4c7a28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikurahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/01.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/02.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TANGGAL-TANGGAL PENTING LINGKUNGAN</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/tanggal-tanggal-penting-lingkungan/</link>
		<comments>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/tanggal-tanggal-penting-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 11:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikurahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGENDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenlifesociety.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[10 Januari       : Hari Lingkungan Indonesia 2 Februari       : Konvensi Ramsar (1971) 6 Maret            : Konvensi Cites (1977) 20 Maret          : Hari Kehutanan Dunia 21 Maret          : Hari Air Internasional 22 April           : Hari Bumi (1970) 3 Juni              : KTT &#8230; <a href="http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/tanggal-tanggal-penting-lingkungan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=3&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span></b></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">10 Januari<span>       </span>: Hari Lingkungan Indonesia</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">2 Februari<span>       </span>: Konvensi Ramsar (1971)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">6 Maret<span>            </span>: Konvensi Cites (1977)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">20 Maret<span>          </span>: Hari Kehutanan Dunia</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">21 Maret<span>          </span>: Hari Air Internasional</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">22 April<span>           </span>: Hari Bumi (1970)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">3 Juni<span>              </span>: KTT Bumi (2000)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">5 Juni<span>              </span>: Hari Lingkungan Hidup (1992)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">23 Juni<span>            </span>: Konvensi Bonn (1979)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">5 November<span>    </span>: Hari Cinta Puspa Satwa Nasional (1992)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">16 November<span>  </span>: Konvensi Warisan Dunia (1971)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">2 Desember<span>    </span>: Konvensi Ikan Paus (1946)</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Arial;">29 Desember<span>  </span>: Konvensi Keanekaragaman hayati (1993)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenlifesociety.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenlifesociety.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=3&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/tanggal-tanggal-penting-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f76673e873efafd23f6519a9c4c7a28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikurahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Introduction</title>
		<link>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/hello-world/</link>
		<comments>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 10:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufikurahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to GreenLife Society&#8217;s webblog. Our Society was created in 2005.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=1&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to GreenLife Society&#8217;s webblog. Our Society was created in 2005.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenlifesociety.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenlifesociety.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenlifesociety.wordpress.com&amp;blog=3125062&amp;post=1&amp;subd=greenlifesociety&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenlifesociety.wordpress.com/2008/03/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f76673e873efafd23f6519a9c4c7a28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufikurahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
