Dialog tentang Pengelolaan sampah dan soal PLTSa

* mulai dari Ratih yang melempar issue:  Spanduk PLTSA bertebaran di Bandung..   Akhir-akhir ini banyak sekali spanduk tentang tuntutan pembangunan PLTSA agar segera direalisasikan bertebaran di tempat-tempat umum yang strategis. saya menjumpai spanduk PLSTSA ini pertama kali di Simpang. dan ternyata tidak hanya di Simpang, di daerah Wastu Kencana, Pasar Balubur, Gang Kidang Pananjung, pasar Cikutra, Kiara condong, spanduk2 ini ada. Pun ketika saya pergi ke Dayeuh Kolot, hampir di setiap perempatan spanduk ini dijumpai. Dan anehnya, ketika saya tanya beberapa pedagang di Simpang (saya hanya bertanya pada 2-3 orang, mungkin sampel tidak memenuhi),mereka menyatakan tidak tahu-menahu, padahal jelas-jelas tertera di spanduk bahwa pernyataan tersebut dikeluarkan oleh forum pedagang Simpang.

Ada apakah gerangan ? Analisis sementara, mungkin Pemkot Bandung, berusaha mencari dukungan masyarakat untuk proyek pembangunan PLTSA yang sempat menuai kontra sampai sekarang. Atau mungkin juga kampanye ini digalakkan untuk mensosialisasikan pembangunan PLTSA yang tertunda dan akan dimulai lagi Maret mendatang, karena Pemkot Bandung berpendapat bahwa PLTSA merupakan solusi terbaik untuk masalah persampahan kota Bandung. Dari seminar yang saya ikuti, dan artikel yang saya baca menyatakan bahwa PLTSA membawa banyak kerugian, dari sisi biaya yang tidak ekonomis, pencemaran udara, dll….. Ada banyak kekhawatiran, tentang proyek pembangunan PLTSA Bandung (bukan bersu’udzon), yaitu bahwa proyek ini akhirnya hanya akan menjadi konsumsi media, agar dunia tau bahwa Bandung tidak berdiam diri atas persampahannya. dan setelah itu… ya sudah….selesai, sampah akan tetap bertumpuk, karena PD kebersihan tidak punya cukup dana untuk mengangkut seluruh sampah di 3 kota (Kota Bnadung, Kab Bandung, dan Cimahi)… Atau memang sebenarnya PLTSA merupakan solusi tepat untuk menangani masalah sampah di Bandung?

 —————————————  * Taufik mengomentari:  Walikota Bdg tampaknya sudah pusing soal sampah ini… barangkali itulah yang dia sebut sebagai sosialisasi PLTSa ke masy Bdg. Repotnya Pemkot berlindung dibalik hasil kajian FS ITB bahwa PLTSa itu layak, contohnya di Singapura, Finlandia, China, dan banyak lagi. Mungkin temen2 yang di Singapur bisa cerita bagaimana PLTSa disana ? Sejak beberapa hari ini saya terlibat pembicaraan intensif dengan berbagai kalangan soal PLTSa tsb…. Sabtu kemariin saya bertemu dengan saya dan beberapa dosen dari UNPAD, UNPAR dan ITB lainnya untuk bicara masalah pengelolaan sampah secara umum dan secara khusus masalah PLTSa. Kesimpulan pembicaraan kami diantaranya perlu ada kooordinasi antar berbagai komponen masyarakat untuk mengatasi masalah sampah ini, dan mengkoordinasikan gerakan pengomposan sampah organik di tengah masyarakat. Saat ini Pemda kelihatannya sudah kewalahan menghadapi masalah sampah ini, sehingga harus meminta jasa pihak ketiga nih melalui sebuah perusahaan yang tampaknya core bisnisnya sebebetulnya bukan . Pertemuan dengan beberapa rekan GLS juga sudah dilakukan pas liburan yang lalu  untuk bicarakan aksi yang mungkin bisa kita lakukan dengan bekerja sama dengan LSM lain, ormas ataupun orpol. Ratih, Ndiyan, teh Ayu, Nanda siap ya ? Yang lain gimana ? Thanks Ratih yg sdh mengangkat issue ini.  

——————————–    Lebih lanjut, Taufik menambahkan: Saya sedikit menulis tentang kontroversi Pltsa ini di web berikut, silakan dikomentari. http://taufikurahman.wordpress.com/kontroversi-pltsa-bandung/ Salam, TfR

———————————–*Ayu merespons:: InsyaAllah, semoga menjadi awal kerja nyata GLS di tahun 2008 ini.

 ———————————  *Ratih merespons semangat:

Ok, Siap Pak ….
jadi jam berapa & dimana Pak?
 (bersemangat mode on)
Sedikit info : dari beberapa kali Training komposting di forum-forum guru dan orang tua murid, saya berusaha mendorong peserta untuk mulai mengompos di rumah.
Alat yang saya perkenalkan adalah bioreaktor kompos, yang akhir-akhir ini juga sudah mulai dikomersilkan, salah satunya oleh CV Sinar Kencana.
Banyak pesera training yang memberikan respon bagus, banyak pula pesanan bioreaktor dan mikroba berdatangan, dan ini terjadi hampir di setiap training.
Saya sampai pada kesimpulan bahwa, wargapun concern terhadap masalah persampahan Bandung.
Dan mereka cukup tertarik dengan metode pengelolaan sampah via komposting, karena setidaknya mereka dapat memperoleh hasil langsung, yaitu kompos, bahkan mereka minta saya membuatkan buku panduan.

————————————– * Nanda juga merespons bilangnya dia masih sibuk riset di Singapura :)

Pak Taufik, sy ijin ga bisa datang…masih di Singapore, hehe….
Semoga sukses ya Pak dan untuk semua jg.
Dan maafkan juga blm bisa berbagi ttg PLTSa di Singapore, krn emang bener2 ga gaul euy..Gaulnya seputar riset saya mulu…Tapi ntar cb di cari tau (sebisanya)…..Yang jelas, memang pengelolaan sampah disini sangat baik (jk dibandingkan indo), ya mgkn juga krn jumlah masyarakatnya sedikit serta sadar lingkungan juga dan teknologinya jg canggih. Warga membuang sampah2 ke suatu tempat pengumpulan sampah yg disediakan per-block. Dan sampah tsb diambil setiap pagi sekali (seblm org2 pada mulai banyak beraktifitas)….Cuman ini yg bisa sy komentari berdasarakan pengamatan saja, so far (blm punya data2, yg jelas).
Wassalamu’alaykum
-nanda-
ygsibuksendiridgnriset:D

———————————  *Trus… Nyoman beri info:    Kami di kompleks GBM II Cikutra Utara sedang membangun unit percontohan pengomposan sampah rumah tangga. Fasilitas fisik bangunan sedang dibangun, insyaallah bulan ini sudah operasional. Semoga menjadi bahan pembelajaran yang positif bagi masyarakat sekitar. Amin

 ———————————— *Taufik bertanya:  great pak Nyoman ! kalo udah jadi nanti saya jalan-jalan ke atas, dimana lokasinya ? dekat Masjid ?

 ————————————— *Nyoman menjawab:  Nanti saya informasikan kalau sudah siap, sabar ya? Sekalian nanti minta masukannya Sekarang lagi persiapan material Rencananya produksi pupuk organik, bioaktivator dan ada produksi tanaman hias juga Lokasinya di dekat sumur B  

 ————————————— Setelah selang beberapa waktu…. *Taufik memberi info: Alhamdulillah, pembicaraan tentang rencana program composting di Bandung kemarin sudah dimulai, bertempat di Cikutra, sekitar 8 orang berkumpul termasuk teh Ayu, Ratih dan saya. Mohon maaf waktu dan tempat pertemuan kemarin diinfokan mendadak via sms. Pekan depan mengharapkan partisipan yang lebih banyak berikut demo-nya, siap ya teman-teman di Bandung Barat ?

 ———————————————-  Eri nu ngageugeuh Lembang angkat bicara:

Saya sangat mendukung program composting !

Jangan hanya di kodya bandung, soal sampah adalah masalah kodya dengan daerah sekitarnya.

Di Lembang kawasan Ds. Pagerwangi Kc. Lembang, Cisarua dan Parongpong limbah kotoran sapi masih banayk yang tak dimanfaatkan utk pupuk.

Padahal kotoran tsb bahan pupuk kandang sekaligus juga bahan bakar. Program biogas dari kotoran sapi telah lama dikenalkan tapi sedikit  (hampir tak adapetani yg lakukan krn. listrik dipandang lebih praktis. Walahualam

Mari kita garap saya siap mendukung.

Wasalam

Eri

————-—– Endang yang sedang di Nagoya, Jepang urun rembug 

Salam dari Nagoya, Teman2 milister GLS sekalian, ditengah ramainya pembicaraan ttg PLTSA Bdg, boleh ya saya ikut nimbrung urun rembug masalah manajemen sampah di negeri kita? Menurut saya ini sangat erat hubungannya dg masalah pendidikan dan budaya yang harus menjadi focus perhatian kita semua.Sangat memprihatinkan, sejak dulu banjir terus datang melanda kota2 besar di negeri kita yang akar permasalahannya adalah pengelolaan sampah yang tidak benar. Karena kebetulan saat ini saya sdng berada di negeri Sakura, tidak salah ya kalau saya berangan2 Indonesia bisa merealisasikan pengelolaan sampah yang bagus spt di Jepang ini. Pengelolaan sampah sangat terkoordinatif dengan aturan yang jelas dan strict mengharuskan penduduk memisahkan sampah ke dalam berbagai kategori: yaitu mudah terbakar (burnable materials) dan tidak mudah terbakar (no-burnable materials). Yang mudah terbakar, dipisahkan lagi t.d sampah organic yang mudah busuk akan didekomposisi dg bakteri khusus (bioremediasi), dan sampah kertas (akan di daur ulang). Yang tidak mudah terbakar: plastik dan logam, masing2 dipisahkan dalam kantong yang berbeda dan akan didaur ulang. Produk hasil daur ulang akan dijual kembali dalam berbagai bentuk (bahkan ada toko2 yang khusus menjual recycled materials). Negara mewajibkan kantor2 menggunakan kertas dan plastik hasil daur ulang tsb untuk seluruh kegiatan perkantoran. Ini sangat baik untuk efisiensi energi dan stabilitas ekonomi Negara. Jepang terkenal sebagai Negara yang sangat menghargai produk dalam negerinya sendiri. (harga jual lebih tinggi dari produk import).

Untuk itu dlm pengelolaan sampah ini, penduduk diminta memilah2 sampah mereka di tempat2 yang berbeda. Dimulai dari sampah rumah tangga yang lebih didominasi oleh sampah organik, maupun sampah kertas, kmd sampah yang tidak mudah terbakar berupa plastik, kaleng/logam, gelas, batterei. Untuk pembuangan alat2 elektronik juga dipisahkan lagi. Hari pengumpulan sampah untuk pembuangan juga dibedakan, biasanya seminggu 2X untuk sampah organik dan plastik. Untuk sampah logam dan elektronik seminggu sekali.Ini berlaku untuk seluruh negeri Setiap awal tahun, pemerintah (Dep. PUnya) telah membagikan jadwal hari2 pengumpulan sampah dan informasi tentang bgmn memilah2 sampah tersebut (berkali2 selalu diberikan untuk mengingatkan penduduk spy tidak terjadi kesalahan), juga cara mengemasnya untuk pembuangan. Termasuk memberi sample kantong plastik (yang katanya berbahan ramah lingkungan) yang digunakan untuk membuang sampah tsb (plastik ini dapat dibeli dengan harga murah di supermarket2). Kepatuhan penduduk untuk pemilahan sampah dimulai dari level yang paling rendah yaitu di lingkungan rumah tangga, kemudian di sekolah, kantor, sampai di tempat2 umum. Semuanya dg penuh kesadaran mengikuti aturan tsb, bahkan saya lihat para tuna wisma juga mematuhi aturan ini. Shg setiap keluarga pasti mempunyai beberapa keranjang sampah yang ditulisi/diberi label untuk masing2 jenis sampah. Mulai kecil anak2 sudah dibiasakan membuang sampah yang benar2 di tempat yang seharusnya. Norma2 untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaannya ini sudah ditanamkan sejak usia kanak2 sampai orang tua, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Ada perasaan malu/bersalah kalau sampai salah memasukkan sampah di tempat yang tidak seharusnya.Di Negara kita pembuangan sampah bisa dikatakn dilakukan sembarangan, tidak ada pemilahan2 jenis sampah tadi, umumnya semuanya dimasukkan dalam satu kantong yang sama, bahkan dibuang di jalan2, di sungai, dsb secara kadang sembarangan, dan dianggap sebagai hal yang biasa, sehingga tidak heran banjir selalu terjadi dan terjadi lagi. Di beberapa daerah (yang saya tahu) pembenahan sampah meniru cara Jepang ini sebenarnya sudah mulai digalakkan di beberapa daerah di Jakarta dan Yogyakarta (karena kebetulan sering ngobrol dg teman dari Dep PU Jakarta dan Yogya). Bagaimana dg di Bdg, apakah sudah? Di Yogya, berbagai training dari Din PU PemKot/DIY ttg tata cara pemilahan dan penanganan sampah kpd masyarakat sudah dilakukan di tingkat RW/Kelurahan/Kec. Bahkan pernah dilombakan antar RW/Kelurahan/Kec, tetapi karena tidak menyeluruh maka gaungnya tdk kedengaran dan usaha ini tampaknya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Bahkan tong2 sampah dg berbagai kategori pemisahan sampah yang sudah dibuatkan berderet2 di tempat strategis di jalan2 utama malah banyak yang dicuri orang!Nah, dari cerita tadi satu hal utama yang harus dibenahi adalah PENDIDIKAN dan BUDAYA! Bagaimana memberikan pendidikan dan menanamkan budaya yang baik kepada masyarakat kita untuk sadar mencintai dan mengelola lingkungan ini mulai dari pemilahan dan pembuangan sampah dengan benar, menanamkan norma2 tsb dlm pendidikan formal maupun non-formal kita. Memasukkannya dalam pendidikan agama, kewarganegaraan, IPA, sejarah, dll. Mengubah budaya/cara hidup memang susah tetapi tetap mungkin apabila kita mau berusaha bukan? Bahkan di beberapa daerah di Kab. Gunung Kidul, telah dilakukan penggalangan penanaman sampah organik dengan menanamnya kembali di pekarangan masing2 (umumnya setiap warga memiliki pekarangan yang cukup luas) sehingga dapat digunakan sebagai humus sekaligus penangkap air untuk menjaga ketersediaan air tanah. Ini merupakan kearifan local yang pantas untuk dihargai. Meskipun hal ini mungkin sulit bagi kita yg tinggal di perumahan/perkotaan yang umumnya halaman sangat sempit, bahkan bisa dikatakan tidak mempunyai halaman lagi. Akan sangat baik apabila ada pengelolaan terpadu masalah manajemen sampah ini antara Pemerintah (di semua level), LSM, Perguruan Tinggi dan masyarakat di seluruh negeri. Saya amati dari diskusi di milis ini anggota milis ini terdiri dari berbagai kalangan tadi. Nah, bisakah kita mulai penggalangan dari milis ini?Sekian dulu sharing saya, Salam, Endang semi

————————— *Nanis dari Singapura merespons: Assalamualaikum, ijin nongol lagi =)  Udah lama ga buka milis ini karena kebetulan sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Mumpung pak taufik nanya, saya ingin membagi sedikit ttg pengelolaan manajemen sampah di singapore,  Ada dua concept yang menjadi kerangka dasar dari solid waste management (SWM) di Singapore :Pertama adalah waste minimization yang meliputi 3R (Reduce, re-use, and recycle Eyang nantinya juga akan ada banyak berkembang concept R yang lainnya-  seperti Rethink, ato pikir2 dulu kalo mau beli barang =p. Remember, the driving force here is over-consumption of goods) Yang kedua adalah waste disposal system yang meliputi incineration (pembakaran sampah) dan landfill (tempat akhir pembuangan sampah). Utk gambaran saja, dari keseluruhan sampah yang dihasilkan pertahunnya, ratio sampah yang di recyle : sampah yang di bakar : sampah yang dibuang di landfill =  51% : 45 % : 4% (tahun 2006). Dengan program Singapore green plan mereka, Singapore menargetkan utk mencapai recycling rate 60% by 2012, berusaha untuk melampaui jepang, dan US.  Karena disini konteks diskusinya PLTSA (apakah betul ini singkatan dari pembangkit listrik tenaga sampah ? ), saya cerita sedikit ttg waste disposal system di Singapore Eyang salah satu tujuan akhirnya adalah juga menghasilkan energy.   Pengelolaan sampah yang  utama (selain recycle) di Singapore adalah dengan cara dibakar. Ini karena dengan cara dibakar, volume sampah bisa berkurang sampai 90% sehingga tidak memakan banyak tempat utk final disposalnya. Sampai saat ini ada 5 pabrik pembakaran sampah (incineration plant) yang beroperasi dan dikelola oleh pemerintah. Sepengetahuan saya ketika saya mengunjungi salah satunya di Tuas, semua prosesnya telah dikerjakan dengan mesin, mulai dari unload sampah, pemindahan dari satu chamber ke chamber  lainnya, dst. Yang saya kagumi disini adalah efisiensi energy/materi dari keseluruhan prosesnya. Misalnya dari proses pembakaran itu sendiri, flue gas yang dihasilkan kemudian dialirkan ke super-heated steam boiler utk kemudian menghasilkan energy.Energy ini kemudian dipakai utk menjalankan keseluruhan operasi pabrik dan sebagian nya lagi dialirkan utk masyarakat sekitar. (IP meyumbang sekitar 2% dari keseluruhan listrik supply di sgp ). Air pollution control systemnya juga memungkinkan untuk recovery logam logam yang kemudian dapat dijual lagi.  Bagi yang berminat utk mengetahui proses lengkapnya, saya ada video incineration process (2 menit). Silahkan PM saya saja. 

 

 

Saya tidak begitu jelas ttg PLTSA yang akan dipropose pemerintah kota bandung seperti apa. Apakah menggunakan konsep  incineration plant seperti ini atau  dengan  menjadikan sampah sebagai sumber biogas. Menurut saya, hal ini kembali lagi  kepada feasibility  dari resources yang ada : bagaimana komposisi sampahnya apakah, lebih combustible atau biodegradable ?. seberapa besar pemerintah mau meng invest dana  utk hal ini ? dlll. Bagaimana dengan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia yang ada ? dll.   Dari pengetahuan saya, pemerintah kita masih terlalu cepat silau akan proyek proyek besar yang so called “kelihatanEdi mata public,(mungkin karena terlalu banyak studi banding ke LN) tanpa melihat jauh kedepan dan sekitar apakah hal itu  suitable dengan kondisi masyrakat kita sekarang. Usaha dan ide2 yang berasal dari  bawah, seperti composting nya pak nyoman, inilah yang harusnya diwadahi, di akomodasi  oleh pemerintah utk kemudian dikembangkan dalam skala yang lebih besar dan ter integrasi. Saya yakin Masyarakat Indonesia itu sangat kreatif, (jauh lebih kreatif dari Singapore =p) baik itu membuat masalah atau menyelesaikan masalah.  Haduh, udah terlalu banyak omong. Pak nyoman , pak taufik atau teman2 GLS yang lain, kalo saya ada uang buat beli tiket ke bandung, pasti  saya langsung  terbang kesana (sok sok) utk membantu. Hehe. Tapi sayang saya belum berpenghasilan, masih mahasiswa pula=p. semoga sukses dengan gerakan hijaunya. Kalau ada yang bisa dibantu (dari sgp)  monggo, jangan sungkan.

Salam,~nanis~  

p.s. saya attach sebuah paper ttg the practice and challenge of SWM in singapore, buat yang tertarik saja. FYI, yang nulis orang indo juga lho..

2 responses to “Dialog tentang Pengelolaan sampah dan soal PLTSa

  1. Ir. Jeffery Wisaka, M.Eng

    Saya mnekuni masalam persampahan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta sudah lebih dari 10 tahun. Bahkan perusahaan kami juga pernah mendapatkan Job Order dari Gubernur DKI Jakarta yang pada saat itu masih Sutiyoso untuk menangani dan mengolah sampah padat sejumlah 1500 ton per hari. Kami mendapatkan undangan khusus dari produsen mesin pengolah sampah di Beijing China untuk orientasi dan mempelajari metoda penanganan sampah yang dilaksanakan oleh pemerintah kota Beijing dengan sistem terpadu sehingga benar benar Zero waste atau enol persen. setelah itu kami mencoba berkolaborasi dengan lembaga institusi keuangan untuk berinvestasi terhadap proyek ini, namun sampai dengan saat ini belum pernah menemukan investor yang siap untuk bekerjasama. Kembali ke pokok semula yaitu PLTSa yang akan dibangun di Bandung kami hanya bisa menyikapi secara pesimis bisa terwujud dikarenakan nilai investasinya hampir dua kali lipat dengan sistim pengolahan sampah terpadu yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah kota Beijing. Terima kasih

  2. wah sampah buat pembangkit listrik…….. kayaknya bakalan masih jauh. mendingan ikutin ujang bikin briket biar pada gak susah-susah cari minyak tanah.

    open www.http://greenliferepublic.blogspot.com

    thanx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s